Fada Menggelar Studium General Zakat dan Community Development

Menghadapi tantangan sosial yang semakin maju, Fakultas Dakwah secara riil selalu aktif dalam pengembangan budaya riset dan iklim akademis di lingkungan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam rangka menciptakan integrasi keilmuan, keislaman dan keIndonesiaan. Jum’at (19/10) Fakultas Dakwah menggelar Studium Generale bertemakan Zakat, Community Development and Justice in Indonesia, dengan menghadirkan seorang antropolog dari School of Oriental and African Studies (SOAS), University of London, Dr. Kostas Retsikas dan dipandu oleh Ahmad Fadhil, Lc., M.Hum. sebagai moderator.

Dalam pemaparannya Dr. Kostas menyampaikan bahwa paradigma zakat di negeri-negeri muslim mengalami pergeseran dari yang semula sebagai ibadah ritual tahunan, menjadi sebuah instrumen fundamental untuk menciptakan keadilan sosial dan keadilan ekonomi. Dari hasil risetnya selama bertahun-tahun berkeliling nusantara dan meneliti potensi zakat di berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang bergerak dalam bidang pengumpulan, manajemen dan distribusi zakat, Dr. Kostas menunjukkan bahwa potensi zakat sebagai instrumen dalam community development masih sangat besar dan belum dikelola secara optimal. Namun peran LAZ sangat signifikan dalam mengambil peran pembangunan baik di lingkup nasional, ataupun peran kemanusiaan di lingkup internasional. Termasuk juga signifikansi keberadaan UU no. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat dalam praktik pengelolaan zakat di masyarakat.

Sebagai sebuah konsepsi dan praktik zakat memiliki konsepsi yang unik, berbeda dengan konsep filantropisme Barat dan juga berbeda dengan karakter pajak dalam sistem perekonomian. Dimensi zakat mencakup dimensi spiritual sebagai pembersih jiwa dan bukti ketaatan kepada Tuhan, dimensi sosial sebagai wujud solidaritas antar-masyarakat, dan sekaligus dimensi ekonomi sebagai instrumen fiskal dalam mewujudkan keadilan distributif dalam masyarakat.

Acara yang diselenggarakan di Aula Rektorat UIN SMH Banten dipenuhi peserta yang antusias mendengarkan seminar, diakhiri dengan apresiasi dari Dr. Kostas atas antusiasme peserta yang belum pernah didapatkan dalam seminar-seminar sebelumnya, beliau menyarankan agar peserta, terutama mahasiswa dan calon peneliti turut melakukan penelitian internasional di luar negeri, dan membawakan hasil penelitiannya sebagai konstribusi intelektual untuk kemajuan masyarakat Indonesia.

Berita Terkait